Artikel

Pentingnya mengembangkan Kompetensi Komunikasi

Di dalam organisasi komunikasi dilihat bukan hanya sekedar aktivitas bertukar pesan; melainkan mempunyai sisi strategis yang dalam yaitu sebagai urat nadi yang mengalirkan atau menurunkan visi organisasi dari jajaran pimpinan tertinggi hingga ke garda terdepan yang berada di lapangan. Tanpa komunikasi yang efektif, strategi sehebat apa pun akan mati atau tidak jalan sama sekali atau dapat dikatakan strategi hanya akan tertulis di atas kertas saja.

Kenapa Komunikasi dalam sebuah organisasi menjadi penting:

  1. Penyelarasan visi dan aksi: Tujuan organisasi hanya bisa dicapai jika setiap individu memahami “apa” yang harus dilakukan dan “mengapa” visi tersebut penting. Kompetensi komunikasi yang baik mampu menerjemahkan Visi dan Misi Perusahaan menjadi instruksi yang jelas, sehingga seluruh pegawai bergerak ke arah yang sama tanpa kebingungan.
  2. Pelumas kolaborasi antar divisi: Dalam organisasi yang kompleks, ego sektoral sering menjadi penghambat. Melalui komunikasi internal yang efektif dapat meruntuhkan sekat-sekat tersebut sehingga informasi dapat mengalir lancar antar departemen, proses kerja menjadi lebih ramping, efisien, dan minim kesalahan fatal akibat kesalahpahaman.
  3. Katalisator kepercayaan dan keterbukaan: Transparansi adalah kunci loyalitas. Pemimpin yang memiliki kompetensi komunikasi mampu menyampaikan berita baik maupun tantangan sulit yang dihadapi organisasi dengan cara yang membangun budaya kepercayaan (trust). Hal ini menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) yang mendorong individu untuk bekerja melampaui standar demi mencapai target bersama.
  4. Alat manajemen krisis dan perubahan: Di tengah dunia yang cepat berubah, organisasi sering kali harus bergerak cepat dan diikuti dengan kemampuan tinggi. Kompetensi komunikasi memungkinkan organisasi untuk melakukan manajemen perubahan (change management) dengan melihat resistensi atau hambatan dari individu. Komunikasi persuasif dan empatik membuat transisi yang sulit terasa lebih ringan dan terarah.

Kesimpulannya di dalam organisasi, jika kompetensi teknis dapat dianalogikan sebagai mesin dan strategi adalah sebagai petanya, maka komunikasi dapat dikatakan sebagai pengendalinya. Tanpa kendali yang baik, organisasi mungkin melaju kencang, namun tidak akan pernah sampai ke tujuan yang tepat. Ketrampilan komunikasi inilah yang akan diasah dengan praktek-praktek secara individu maupun kelompok selama mengikuti workshop/pelatihan Return on Character (ROCH).

Scroll to Top