
Dalam konteks pencapaian tujuan organisasi, empati sering kali disalah-artikan sebagai sekadar sifat “baik hati”. Padahal, empati saat ini dapat diterjemahkan sebagai sebuah kompetensi softskill untuk mengubah performa individu maupun pemimpin dalam organisasi menjadi tim yang solid, adaptif, agile dan inovatif.
Kenapa pengembangan kompetensi empati menjadi penting:
Singkatnya, jika kompetensi teknis dapat diumpamakan sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan, maka empati dapat dikatakan sebagai pelumasnya yang akan memastikan semua komponen mesin dari organisasi bekerja selaras tanpa gesekan yang merusak. Inilah pemahaman yang akan dilatih melalui praktek selama pelatihan Return on Character (ROCH).
Dengan menguatnya empati mereka sebagai para talent muda akan cepat membangun organisasi sehingga ke depan akan semakin kuat dalam mencapai tujuan Perusahaan.